Jatuh Cinta Lagi Setelah Perceraian: Aneh atau Tanda Mulai Sembuh?

Jatuh cinta lagi? Seorang janda… jatuh cinta lagi? Aneh gak sih?

Kalau aku jujur… iya, awalnya aneh. Bukan aneh karena gak boleh. Tapi aneh karena… “loh, kok aku masih bisa ya ngerasain ini lagi?”

Setelah semua yang terjadi. Setelah semua yang hancur.

Awalnya bukan langsung “jatuh cinta” kok. Cuma… ngobrol, ketawa, ngerasa didengerin. Hal-hal kecil yang dulu aku pikir biasa, ternyata… sekarang terasa mahal banget.

Dan pelan-pelan, tanpa sadar… aku mulai hidup lagi.  Ada rasa yang muncul lagi, ada harapan yang diam-diam balik.

Kayak… semesta bilang, “Tenang… hidup kamu belum selesai kok.” Dan entah kenapa, rasanya Tuhan juga masih ngasih kesempatan. 

Tapi ya… gak semua orang lihatnya seperti itu. 

Ada yang bilang: “Udah lah, fokus anak aja.”, “Jangan mikirin laki-laki dulu.”, “Ekonomi aja belum stabil.”. Atau versi halusnya: “Kayaknya belum waktunya deh…”

Kalau dipikir-pikir… iya juga sih. Tapi kalau dipikir lebih dalam lagi… memangnya sembuh harus nunggu stabil dulu?

Karena jujur ya… orang yang bilang “harus kuat sendiri dulu”, kayaknya belum pernah ngerasain gimana rasanya bangun dari nol… setelah belasan tahun hidup di hubungan yang salah.

Bercerai itu bukan cuma kehilangan pasangan. Tapi juga kehilangan: arah, kepercayaan diri, versi diri kita yang dulu, bahkan identitas kita. Semua hancur! Ya... hancur!

Dan sekarang yang harus dilakukan ya.. harus mulai lagi… dari awal. 

Kadang kita bukan gak mau kuat. Tapi lagi nyusun ulang diri kita yang berantakan. Kayak puzzle yang jatuh ke lantai, kepingannya kemana-mana. Masa iya disuruh langsung jadi gambar utuh lagi?

Makanya… waktu aku mulai dekat sama seseorang lagi, aku gak langsung mikir “ini cinta”. Aku cuma ngerasa… “Aku gak sendirian ya ternyata.”

Dan dari situ… pelan-pelan berubah. Aku mulai melihat diriku dengan cara yang berbeda. Dulu aku ngerasa: gak cukup, gak layak, terlalu ribet, terlalu banyak kurangnya.

Tapi di matanya… aku "terlihat". Dan itu cukup untuk bikin aku mikir: “Oh… aku gak seburuk itu ya?”

Dari situ mulai balik percaya diri aku lagi, berani ngomong, berani jadi diri sendiri lagi. Dan yang paling terasa… aku bisa ketawa lagi. Beneran ketawa, bukan yang dipaksain.

Dan itu… jujur aja, priceless. 

Jadi kalau ditanya: “Jatuh cinta lagi itu salah gak sih?” Buat aku… enggak. Karena ini bukan tentang cari pengganti. Ini tentang… belajar merasa hidup lagi.

Memang… awalnya aku cuma ingin ditemani. Tapi lama-lama… ya… jatuh cinta juga.

Dan untuk pertama kalinya setelah bercerai, aku bisa bilang dengan tenang: “Aku gak hancur lagi.”

Kalau kamu lagi di fase ini… dan kamu ngerasa aneh, bingung, atau bahkan guilty…tenang. Kamu gak sendirian. Kadang jatuh cinta lagi itu bukan kelemahan. Tapi tanda… kamu sudah mulai sembuh. 

------------------------

Jika tulisan ini relate dengan kamu, atau kamu mau support aku, kamu bisa traktir aku cendol dengan klik disini.

Komentar