Aku harus keluar. Bukan keluar kota. Bukan keluar negeri.
Keluar… dari kepala sendiri.
Akhirnya aku hubungi sepupuku yang kerja di bar elit di Jakarta Selatan.
Aku bilang singkat aja, “I need to go out.”
Aku butuh udara lain. Butuh musik.
Butuh suasana yang nggak ada kata “capek” di dalamnya.
Eh... gayung bersambut!
Sepupuku jawab, “Pas banget, Kak! Kamis ini anniversary bar yang ke-1! Dress code: Great Gatsby ya Kak!”
Mantap! Aku langsung mikir satu hal: Ini kesempatan dandan.
Dandan yang bukan sekadar lip balm dan alis tipis kaya biasanya, tapi dandan yang sedikit membuka diri. You know what I mean huehehe.
Pikirku, nanti aku mau ke salon ah. Acara ini kesempatan mengenal orang baru dan menikmati suasana baru, jadi ga ada salahnya tampil bagus, setelah sekian lama. Iya kan?!
Masalahnya… ajak siapa?
Hari Rabu aku sempat galau. Aku bilang ke sepupuku, “Kayaknya nggak jadi deh besok. Nggak ada temen.”
Jujur, aku belum berani ke bar sendirian dan pulang di jam subuh sendiri. Agak takut aja, takut diculik hahaha.
Sepupuku nge-push, “Ayo dong Kak, cari temen! Masa nggak ada?”
Dan tiba-tiba… aku kepikiran satu nama. Teman kantor lama. Cowok. Sebut saja Eqi.
Dulu kita agak “gila”. Ngelembur, karaoke, ketawa-ketawa, ngemil, gosip internal, hidup terasa ringan.
Sudah 15 tahun nggak kontak. Dan tiba-tiba aku telepon dia.
Dia angkat. Dan responnya: “Lah? Ada apa nih? Nggak ada angin nggak ada hujan?”
Ketawa langsung pecah.
Ternyata beberapa orang memang nggak berubah.
Aku tanya formal dulu, apa kabar, lagi dimana, kerja dimana dan ... “Udah nikah belum?”
Kalau sudah nikah kan repot ya urusannya ngajak suami orang.
Dia jawab, “Belum. Masih single.” Aku langsung tembak, “Temenin gue ke bar, yuk.”
Dan dia jawab, “Gas.”
Sesimpel itu.
Aku bilang, “Lo jemput gue ya di BSD??”
Dia jawab santai, “Mobil gue dipake nyokap. Nyokap lagi sakit.”
Ya sudah akhirnya pakai mobilku dan dia tetap jemput aku ke BSD.
Dia naik kereta menuju BSD dan aku jemput dia distasiun.
Dia video call aku dan dia tunggu dipinggir jalan dengan pakaian Great Gatsbynya.
Hmm ganteng juga pikirku.
Aku geser dari tempat duduk supir ke tempat duduk penumpang, dan dia menggantikan aku menyetir.
Dia lihat aku, kita senang ketemu dan dia bilang, "Wih, mantap nih kita malam ini!". Aku tersenyum lebar, karena aku sudah lama tidak merasakan hal ini.
Akhirnya, kita berdua pakai mobilku ke Jakarta Selatan untuk menikmati malam itu di bar sepupuku.
Dia yang nyetir dan dia nyeletuk, "Barnya deket kantor gw lagi?!". Terus aku jawab, "Hihihi, gpplah Qi, temenin gue.. udah lama ga keluar kaya gini". Dia tersenyum.
Flashback, dan memori bercerita. Sepanjang perjalanan ngobrol dan ketawa nggak ada habisnya.
Entah kenapa itu sudah terasa seperti petualangan kecil yang aku rindukan.
Malam itu… seru banget.
Nyanyi bareng. Cerita-cerita. Foto-foto. Ketawa kayak nggak ada beban.
Gayanya masih sama. Nyablak. Aku juga masih sama. Cuma sekarang lebih kalem dikit.
Mungkin sebagai orang diatas 40-an sudah banyak beban hidup dan kami lebih kalem aja.
Jam 00.30 kita keluar dari bar. Aku pikir sudah selesai. Ternyata belum.
Dia ajak ke Chinese Food Resto yang buka 24 jam.
Ya sudah. Lanjut. Kita makan lagi, mungkin dia masih lapar.
Aku cuma pesan selada kuah karena sudah terlalu kenyang dengan free drinks (refill pula) dan free ice cream.
Di resto itu kita ngobrol sampai jam 3 pagi, dan dia yang bayar. Such a gentleman!
Dia antar aku pulang. Sampai rumah jam 4 pagi.
Dan anehnya… aku nggak ngantuk.
Padahal biasanya jam 8 malam sudah nguap dan jam 10 sudah tidur cantik ala mamak-mamak.
Malam itu badanku terasa seperti gadis 20 tahunan. Ajaib!
Nikmatnya keluar setelah sekian lama. Good music. Good vibes. Good friends. Cousins.
Free drinks. Free ice cream. Dan yang paling bikin hati hangat?
Sebelum berangkat, Lili bilang, “Ma, enjoy your time ya.” Sambil cium pipiku.
Anak 13 tahun yang ngerti ibunya butuh keluar sebentar.
Bersyukur banget. Sangat bersyukur.
Kadang yang kita butuhkan bukan pelarian. Bukan drama.
Cuma satu malam yang mengingatkan bahwa kita masih hidup.
Dan ternyata, aku masih bisa menikmati hidup.
Senangnya bisa ketemu teman lama dengan feel yang masih sama.

Komentar
Posting Komentar