Don't be to hard to yourself, please...

Aku nggak nulis ini buat ngajarin siapa-siapa. Karena aku tahu persis rasanya saat hidup lagi sucks. Dan jujur aja ya… nggak enak banget. Apalagi kalau kita punya utang budi sama orang. Lebih parah lagi kalau utangnya bukan cuma budi, tapi juga material. Itu rasanya… campur aduk antara nggak enak, nggak enak banget, dan pengin ngilang sebentar dari bumi.

Makanya, buat perempuan-perempuan kuat dan cerdas di luar sana, kalau bisa nih, punya penghasilan sendiri ya. Bukan buat gaya-gayaan, tapi buat jaga kewarasan. Sekarang memang banyak peluang. Tapi kenyataannya, peluang juga nggak selalu cocok buat semua orang.

Ada orang yang kepepet malah berhasil. Tapi ada juga yang kepepet nggak berhasil, karena ada faktor A, B, dan C yang kita sendiri nggak tahu dan nggak paham. That’s why… be nice lah sama orang. Kadang diamnya seseorang, rebahannya dia, itu bukan malas. Itu mode bertahan hidup. 

Dan serius, ini bukan bercanda. Kalau lagi stres berat, memang ada fase di mana orang butuh DIAM.
Bukan disuruh mikir. Bukan disuruh kuat. Bukan ditanya, “kapan bangkit?”. Diam dulu. Rebahan dulu.
Nanti juga, pelan-pelan, balik normal lagi. Ya… kecuali kalau diamnya udah setahun full sambil nolak bantuan, itu lain cerita ya. Mungkin memang perlu ke psikolog. Siapa tahu ketemu jalan keluar.

Dan ini penting:
aku sama sekali nggak menyampingkan kuasa Tuhan. Tapi please… jangan naif. Bahkan nabi pun pernah ada yang stres berat sampai pengin mati. Nabi Elia. Aku Kristen, jadi aku share dari apa yang aku imani. Waktu Elia stres berat dan ingin mati, Tuhan nggak langsung bilang, “Kurang iman kamu!”
Tuhan malah ngirimin dia roti buat makan. Artinya apa? Kadang, solusi pertama saat stres itu… makan dulu. Serius. Biar kenyang. Abis itu baru mikir lagi. Hehe.

Dan lucunya, Nabi Elia, yang sempat ingin bunuh diri karena stres berat, justru diangkat Tuhan ke surga tanpa mengalami kematian. Karena menurut Tuhan, Elia itu sahabat-Nya. Coba bayangin, seseorang yang hampir menyerah karena stres… adalah sahabatnya Tuhan. 

Jadi ke psikolog itu nggak salah. Dan jangan merasa kamu kurang doa. Kamu nggak. Kamu tetap beriman. Kamu tetap disayang Tuhan. Dan kamu bukan lemah iman cuma karena capek. Jangan dengerin orang yang bilang sebaliknya. Jangan masukin hati juga. Cuih aja cuih... 

Kadang, pelan-pelan, kita bisa mulai inget lagi hal-hal kecil yang bikin kita seneng. Kalau diinget satu-satu, ternyata hidup nggak seburuk itu kok. Hidup memang naik turun. Kalau lagi turun banget, inget aja: fase ini juga pasti lewat. Ngomongnya sambil liat matahari atau bulan ya… toh mereka ada terus. Nggak peduli kita lagi sedih atau enggak. Artinya apa? Dunia tetap berputar.

Jadi kalau lagi sedih, ya: break dulu, diam dulu, rebahan dulu. Nggak apa-apa, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Badai pasti berlalu, selalu.

------------------------
Jika tulisan ini relate dengan kamu, atau kamu mau support aku, kamu bisa traktir aku cendol dengan klik disini.



Komentar